For Greater Good – The Back Story

Sudut pandang cerita dari tokoh kedua

Maker : me (Khusnun Majidah) and Rilla Wulan Dhari

Namanya mr. Antonio,  dia tinggal di apartemen yang sama denganku tepatnya di kamar sebelah kamarku, menurutku tingkahnya sedikit aneh,  namun aku pikir itu mungkin karena aku belum terbiasa saja melihat dia,  ah nanti juga kita pasti jadi tetangga yang akrab,  pikirku

Setiap aku pulang, selalu hanpir tengah malam, kudengar deritan kursi tua dan musik klasik yang mengalun, dan bau amis menyengat menguar dari kamarnya..

Agak lumayan mengganggu juga semua ini,  tapi aku berfikir mungkin mr. Antonio adalah penggemar barang2 antik,  dan bau amis ini mungkin berasal dari tikus mati saja,  positif thinking sajalah.. , siapa tahu nanti kita bisa saling berbagi info soal barang antik,  karna aku pun memiliki hobi mengoleksi barang antik,  meski belum begitu banyak

Aku suka senjata klasik, aku mengoleksinya dari perjalnan keling duniaku tahun lalu, dari panah Indian sampai keris pusaka yang kudapat di pulau tropis yang indah,

Ah, Bali memang mengagumkan

Pernah kulihat mr Antonio memakai ikat kepala putih dengan bunga cantik kuning ditelinganya, mungkinkah ia juga dari Bali? Aku harus mengajaknya minum lain kali,

Mungkin bercerta tentang Bali, atau barang antik yang dimilikinya,
Keesokan harinya,  aku berjumpa dengan mr. Antonio,  namun seperti biasa,  raut wajah yang tak bersahabat  membuat ku enggan untuk menyapanya,
Kalau begini terus,  bagaimana kita bisa jadi tetangga yang akrab,  tanyaku dalam hati sembari tak hentinya mata ini memandanginya hingga ia masuk ke kamarnya

Aku penasaran..

Tapi buat apa aku peduli??
Dasar orang tua!
Bau menyengat itu semakin tajam di hari ketujuh ku di apartment baruku..
Dasar!! Aku harus menemuinya besok

Ahh..  Tapi bau ini begitu busuk,  akan kutegur ia sekarang juga…
Tok tok tok..
Ku ketuk pintu kamarnya secara perlahan,  walaupun dia anen namun aku harus tetap belaku sopan padanya,  lebih2 dia lebih tua dariku,
Setelah ku tunggu agak lama,  akhirnya aku mendengar suara langkah kaki menuju pintu,  ah itu dia orang nya, dasar orang tua buka pintu saja lama,  pikirku..
Kemudian pintu terbuka,  walaupun hanya dibuka sedikit,  hanya cukup untuk memperlihatkan kepala dan tangan kanannya saja..
Masih terpampang raut wajah suram yang senantiasa aku lihat setiap perjumpaan kita..
Aku coba bicara dengannya..

Dia tak mengizinkanku masuk,

“Apa maumu ?” Tanyanya ketus. Aku geram.

Tapi ku coba untuk tetap terlihat sopan,  aku bertanya padanya “maaf pak,  saya sering mencium bau tidak sedap, sepertinya bau igu berasal dari sekitar kamar bapak,  sebenarnya apa yang terjadi? “

Bukan urusanmu bocah!! Urus saja urusanmu sendiri!! Katanya sambil membanting pintu

Dasar kakek tua aneh,  lihat saja besok,  tak kan ku biarkan dia mengelak lagi,  gerutuku
Tidak, tidak akan kulepaskan dia begitu saja. Besok akan kutunjukkan padanya
Kalau ia berani main main denganku

Esok hari aku melihat  mr.antonio keluar dari kediaman nya,  ini saatnya untuk beraksi,    pikirku
Kuambil keris pusaka , kuselipkan ke pinggang, tak lupa revolver kusembunyikan di kaus kaki..

Kuambil jepit rambut kuno milik ibu yang sering kugunakan untuk membuka buffet makanan..
Sepuluh menit kemudian aku sudah ada didalam apartment mr antonio..

Kubiarkan pandanganku menyapu seluruh penjuru kamar mr.antonio, ki lihat seluruh isinya,  tidak ada yang janggal..
Hanya nampak biasa,  selayaknya kamar orang tua agkatan tahun 50 an yang gemar mau ngoleksi barang2 antik yang unik,  hanya satu yang membuat perasaanKu terusik,  bau amis yang selalu menyamButku setiap aku pulang kerja,  sebenarnya bau apa ini,  aku rasa ini bukan sekedar bangkai tikus.. Aku harus menemukan sumber bau ini,  tapi apa??

Aku mengikuti bau amis yang menguar.. Semakin dekat.. Semakin dekat..

Dan tiba tiba gelap

Aku terbangun dan melihat  sekeliling..
Tidak ada seorangpun disana

Kugerakkan kakiku, revolverku sudah hilang, tubuhku terikat, keris pusaka menggores pinggangku, rupanya tak ada yabg mengambilnya..
Kudengar langkah kaki menuju kearah ku,  itu pasti si pak tua aneh,  pasti dia yang mengurungku disini,  dasar pak tua sialan,  berani beraninya dia macam2 padaku, suara itu semakin dekat,  gagang pintu berputar pertanda seseorang membuka pintu, tapi alangkah terkejutnya aku karena yang datang bukan lah orang tua aneh yang kukenal selama ini melainkan..

Wanita cantik, mungkin berumur 20 an, memakai kemben seperti wanita yang kutemui di pura di bali dulu, ia tersenyum..
Mau apa gadis secantik dia ada di tempat lusuh seperti ini,  apa mungkin dia cucu mr antonio?  Nuraniku terus bertanya
Kuberanikan diriku untuk bertanya meski terasa kelu lidah ini,, “siapa kau? ” tanyaku..
Dia tidak menjawab, ia hanya tersenyum, ia mendekatiku, mengambil keris yang ada di pinggangku, dan kemudian rasa hangat menyebar didadaku, darah segar menyembur dari sana, aku mencoba berteriak, lalu gelap menyetimutiku sekali lagi..

Mike?!!, bangun!!..
Kudengar  seseorang membangunkanku dari istirahat ku yang melelahkan..

Ah padahal tadi terasa nyata, aku setengah berharap itu nyata.. Aku lelah dengan hidupku yang nyata..

Mungkin nanti aku bisa mewujudkannya? Membuat mimpiku sendiri..

Dan mr Antonio masih saja tak mau membalas sapaanku
Sial,  sebenarnya kenapa sih dia,  apa ada yang salah denganku??
Aku rasa tidak ada,  dilingkunganku yang lain aku adalah orang yang mudah bergaul,  aku punya bnyk teman..
Apa lagi kekurangan ku,,

Benar , antonio itu orang gila, kenapa juga aku harus peduli??

Tapi siapa itu? Shit, wanita itu!!! Ada apa ini sebenarnya?

Apa hubungannya semua kejadian ini, sial aku berpikir keras sepanjang malam..

Aku membasuh tubuhku di shower, tiba tiba dadaku perih, sejak kapan aku punya luka jahit di dada??

Namun lagi2 aku terusik oleh kamar mr antonio,  kali ini suara yang timbul dari sana terasa begitu menggusarkan ku..
Aaahhh…
Apalagi  yang dilakujannya???
Ulah apa lagu yang ia perbuat????
Cukup sudah!!!!!
Akan kusudahi semua ini!!!!

Jangan, jangan malam ini,

Aku harus mempersiapkan segalanya..

Akan kususun rencanaku se rapih mungkin, sematang mungkin
Aku sudah cukup lelah untuk semua lelucon ini..
Ya, akan kumulai dengan membeli kamera pengintai,

Disaat mr antonio lengah, aku harus berhasil menyelinap ke kamarnya dan memasang kamera pengawas ini disudut yang tak nampak olehnya

Tamatlah kau,  orang tua biadab!!!
Aku akan segera tahu rahasiamu!!! Hahahaha!!

Kupasang kamera dngan menjebol plafon kamarku dan merangkak di atap apartemen antonio sialan itu

Sengaja kupilih kamera canggih yang bisa ku remote dengan smartphone ku, kapan saja dan dimana saja..

Aku berfikir,  kapan biasanya orang tua itu keluar apartemen dalam waktu lama??

Oh iya aku ingat,  biasanya di hari libur saat menjelang malam ia selalu pergi agak lama,  entah apa yang ia lakukan  diluar sana,    mungkin dia sibuk menggoda anak gadis tetangga,  haha..
Dasar pria tua tidak tahu diri

Seminggu berlalu, aku belum sempat mengecek kamera yang kupasang, aku masih sibuk dengan kantor yang tidak ada habisnya, tapi hari ini jumat, ada 2 hari libur kedepan untuk pemantauan..
Untung saja kamera itu sudah terhubung langsung ke komputer ku, jadi aku tidak perlu lagi masuk ke kamar si tua bangka itu

Kubuka file video yang terhubung, kuputar dari hari pertama kupasang kamera itu, tak ad hal aneh , sampai suatu malam..

Di rekaman itu..

Aku meliahat mr. Antonio bersama..
Wanita itu???
Wanita itu!!!!!!!!!

Aneh, wanita itu berbaring di dipan tinggi, Antonio memakai masker, belalai belalai medis terlilit di tubuh wanita itu

Tidakkk!!
Apa yang ia lakukan pada perempuai ituu???
Aku tidak sanggup melihat nya

Dia seperti mengoperasi *atau memutilasi ?? * wanita itu.. Ini tidak benar..

Bahkan aku melihat kepalanya..
Ya! Kepalanya!
Kini telah terpisah dari tubuhnya..

Tapi aneh, sesaat kemudian aku melihat antonio duduk di kursinya, melepas masker dan menghela nafas, kemudian ia bangkit dan mencium kening wanita itu..

Seketika itu entah mengapa amarahku muncul, entah kenapa aku merasa iba pada wanita itu. tanpa kusadari aku berbuat hal konyol,  tanpa terkontrol tanganku mencakar cakar tembok kamar yang membatasi aku dan dia,

Sial! Apa yang kulakukan!! Aku harus berhenti

Kulihat lagi layar komputerku

Sesosok wajah menatap nanar memenuhi layar komputerku,

Sial aku ketahuan!!

Ia memegang lehernya ia mengelupas topeng kulit yang dipakainya, ia bukan lagi antonio..

Namun lagi2 aku terusik oleh kamar mr antonio,  kali ini suara yang timbul dari sana terasa begitu menggusarkan ku..
Aaahhh…
Apalagi  yang dilakujannya???
Ulah apa lagu yang ia perbuat????
Cukup sudah!!!!!
Akan kusudahi semua ini!!!!

Jangan, jangan malam ini,

Aku harus mempersiapkan segalanya..

Akan kususun rencanaku se rapih mungkin, sematang mungkin
Aku sudah cukup lelah untuk semua lelucon ini..
Ya, akan kumulai dengan membeli kamera pengintai,

Disaat mr antonio lengah, aku harus berhasil menyelinap ke kamarnya dan memasang kamera pengawas ini disudut yang tak nampak olehnya

Tamatlah kau,  orang tua biadab!!!
Aku akan segera tahu rahasiamu!!! Hahahaha!!

Kupasang kamera dngan menjebol plafon kamarku dan merangkak di atap apartemen antonio sialan itu

Sengaja kupilih kamera canggih yang bisa ku remote dengan smartphone ku, kapan saja dan dimana saja..

Aku berfikir,  kapan biasanya orang tua itu keluar apartemen dalam waktu lama??

Oh iya aku ingat,  biasanya di hari libur saat menjelang malam ia selalu pergi agak lama,  entah apa yang ia lakukan  diluar sana,    mungkin dia sibuk menggoda anak gadis tetangga,  haha..
Dasar pria tua tidak tahu diri

Seminggu berlalu, aku belum sempat mengecek kamera yang kupasang, aku masih sibuk dengan kantor yang tidak ada habisnya, tapi hari ini jumat, ada 2 hari libur kedepan untuk pemantauan..
Untung saja kamera itu sudah terhubung langsung ke komputer ku, jadi aku tidak perlu lagi masuk ke kamar si tua bangka itu

Kubuka file video yang terhubung, kuputar dari hari pertama kupasang kamera itu, tak ad hal aneh , sampai suatu malam..

Di rekaman itu..

Aku meliahat mr. Antonio bersama..
Wanita itu???
Wanita itu!!!!!!!!!

Aneh, wanita itu berbaring di dipan tinggi, Antonio memakai masker, belalai belalai medis terlilit di tubuh wanita itu

Tidakkk!!
Apa yang ia lakukan pada perempuai ituu???
Aku tidak sanggup melihat nya

Dia seperti mengoperasi *atau memutilasi ?? * wanita itu.. Ini tidak benar..

Bahkan aku melihat kepalanya..
Ya! Kepalanya!
Kini telah terpisah dari tubuhnya..

Tapi aneh, sesaat kemudian aku melihat antonio duduk di kursinya, melepas masker dan menghela nafas, kemudian ia bangkit dan mencium kening wanita itu..

Seketika itu entah mengapa amarahku muncul, entah kenapa aku merasa iba pada wanita itu. tanpa kusadari aku berbuat hal konyol,  tanpa terkontrol tanganku mencakar cakar tembok kamar yang membatasi aku dan dia,

Sial! Apa yang kulakukan!! Aku harus berhenti

Kulihat lagi layar komputerku

Sesosok wajah menatap nanar memenuhi layar komputerku,

Sial aku ketahuan!!

Ia memegang lehernya ia mengelupas topeng kulit yang dipakainya, ia bukan lagi antonio..

Dan ternyata selama ini dia tau,  aku memata matainya
Ah sial sial sial..

Tunggu..
Suara langkah kaki menuju kamarku..

Aku gemetar.. Bertahun tahun aku tak berjumpa dengannya..

Terakhir kali aku melihatnya, ketika ia hilang di Paris waktu liburan keluarga, kami kira dia sudah meninggal..

Dan sekarang dia disini, melakukan hal tak terduga yang membuat siapa saja ketakutan..
Mungkinkah ia tau kalau aku adalah adiknya??

Bel pintu berbunyi..

Dia pasti sangat membenci ku sekarang,,

Aduh bagaimana ini,,  dia semakin mendekat…

Grekk grek grek

Gagang pintu terkunci digoyangkan dengan paksa, aku menahan nafas,,

“Buka pintunya, apa kau tidak merindukanku, adik kecil.. Setelah lama kita berpisah.. Apa kau tak merindukanku ?? “

Suaranya yang lembut mengagetkanku, aku terdiam, aku tak punya pilihan..

Aku sudah lelah mencarinya sampai ujung dunia, dan sekarang ia didepanku..

Kakak…

Dia menggedor pintu kamar ku dengan kasar,,  mulutku terasa kaku,  tidak bisa berkata apapun..
Tuhan..  Bagaimana ini???
Dia tetap memaksaku untuk keluar

Kubuka pintuku, ribuan tanya menyerbu kepalaku, tapi aku membisu aku terpana..

Betapa aku merindukan kakakku..

Matanya kini merah, tidak sebening kaca seperti dulu, wajahnya masih sama , hanya keriput kecil yang menghiasi, Ia masih kakak hebatku yang dulu..

Sejenak aku lupa apa yang tadi kusaksikan melalui layar, kupeluk ia, aku menangis..
Ia tidak membalas pelukanku, tubuhnya sekaku papan,

Ini aneh, karena ia membiarkanku memeluknya..
Tapi sayangnya ia tak berlaku baik padaku,  didorongnya tubuhku hingga membentur tembok,  kakak???
Hanya satu kata tanya yang seolah mewakili seluruh perasaanku yang campur aduk..
Kenapa kakak jadi seperti ini,  tanyaku dalam hati tanpa bisa melisankannya,
“Dimana ibu ? “

Dua patah kata itu menghancurkanku… Maafkan aku kak..

“Mati..” Ucapku lirih

“Maaf.. Maafkan aku kak..”

Tanpa belas kasihan dia memaki aku,  kamu tidak perlu repot2 memanggilku kakak lagi,  karena bahkan aku sudah tidak sudi lagi memiliki adik seperti kau!!  Dasar munafik,  sebenarnya selama ini kau bahagia kan melihat aku tersingkir dari keluarga kita??  Sehingga kau bisa mendapat seluruh kasih sayang ayah dan ibu??  Iya kan??  Jawab!!!!  Ayo jawab!!!!!
Aku terpaku.

Kulihat matanya, bening.

Aku bukan sedang melihat monster bermata merah yang tadi melemparkanku.

Aku tak mampu menjawab pertanyaannya, aku tak pernah memahami kakak, kukira dulu aku mengenalnya..

Melihatku terdiam, ia meludah, tersenyum sinis,

Ia menarik kerah bajuku, merobeknya, jahitan yang entah bagaimana kudapatkan tampak jelas melintang didadaku

“Bagus, kulitmu luar biasa dalam pemulihan, ini akan menjadikannya sempurna..”

Aku tak mengerti apa yang dikatakannya, satu hal yang kutau, matanya merah saat mengucapkan kata kata itu..

Kucoba memberi perlawanan namun tak berarti,  entah karena dia terlalu kuat, tenagaku sudah habis,  atau memang aku tidak sepenuh hati ingin melawannya,  karna dialah orang yang selama ini aku harapkan kehadirannya dalam kehidupanku
Setelah puas ia menyiksaku, ia berbalik menuju pintu, aku tak mampu bicara ketika ia menutup pintu dan menguncinya dari luar..

Aku berteriak..
Kak jangan lakukan ini kak!!!!
Kenapa kakak tega berbuat seperti ini kepadaku??
Sejak kapan kakak jadi seperti ini kak??
Apa kakak tidak ingat???
Kita dulu selalu bermain bersama kak..
Kita melalui banyak waktu bersama..
Apa kakak tidak ingat??
Air mataku deras mengalir,  sambil ku coba menggedor pintu dari dalam,  tapi tidak ada sepatah kata pun jawaban darinya,
Aku mencoba mendobrak pintu itu,  namun tak ada hasil, entah karena aku yang sudah terlanjur lemah,  atau karna pintunya terlalu kuat untu ku dobrak
Aku pingsan..

Waktu aku pingsan, aku tidak sadar, ah bodoh sekali,

Maksudku, waktu aku pingsan aku tahu aku sedang pingsan , ah bodoh lagi

Hal pertama yang kuingat adalah kepala wanita yang sudah terpisah dari tubuhnya,

Wanita yang menusukku menggunakan keris koleksiku sendiri..
Kemudian kakak.. Mr . Antonio.. Bagaimana mungkin Mr Antonio adalah kakak??
Ya tuhan….
Seketika aku merasa,  mungkin saat ini menjadi gila itu lebih baik dari pada aku harus berfikir tentang semua ini..

Aku membuka mataku, jari jariku terasa perih, pipiku tertempel di tembok, ada bekas cakaran disana,

Apa yang telah terjadi??
Apa yang kulakukan??

Kemudian aku tersadar,  entah berapa lama aku tidak sadarkan diri rasa haus dan lapar menyelimuti ku,  ruangan dalam keadaan gelap, aku coba bangkit walaupun ini teramat sulit, aku berpegang pada tembok dan berjalan tertatih,  sembari tanganku meraba mencari sakelar lampu,  tapi belum kutemukan sakelar lampu yang kucari,  tiba-tiba tercium bau aneh yang belum pernah ku temui sebelumnya.
Ah!  Bau apa ini!  Begitu busuk dan asing,  bau itu membuat kepalaku pusing,  perutku menjadi mual, dan kini dadaku sesak..
Aku tidak bisa bernafas,  setiap aku mencoba menarik nafas rasanya semakin kuat bau itu mencekik aku..
Aku mencoba menutup hidungku, namun perbuatan itu sia-sia,  karena ruangan ini begitu gelap dan tidak ada satupin lubang ventilasi udara, pasti jendela juga tertutup,  namun aku tidak bisa berupaya apapun,  ruangan ini terlalu gelap untuk aku beranjak..
Ahh!!  Bau ini semakin mencekik ku, sekarang aku sama sekali tidak bisa bernafas,  kepalaku serasa mau pecah,  perutku mual sejadi jadinya. Tuhan..  Apa hidupku akan berakhir sekarang..
Aku sudah mulai menyerah,  aku sudah tidak bisa menghirup apapun,  aku tidak tahan lagi..
Aku tidak kuat lagi………… …….

Kemudian semuanya menjadi ringan, kulihat tubuhku tergolek membiru ditepi tembok dengan jari terluka dan kuku yang mengelupas,

Aku tetap disana, menunggu tubuhku ditemukan. Selama itu, aku melihat kakak yang bersikap seolah tidak terjadi apa apa.

For Greater good – Back Story ~ end.

Advertisements