For Greater Good – Back story part 1

Namanya mr. Antonio,  dia tinggal di apartemen yang sama denganku tepatnya di kamar sebelah kamarku, menurutku tingkahnya sedikit aneh,  namun aku pikir itu mungkin karena aku belum terbiasa saja melihat dia,  ah nanti juga kita pasti jadi tetangga yang akrab,  pikirku

Setiap aku pulang, selalu hanpir tengah malam, kudengar deritan kursi tua dan musik klasik yang mengalun, dan bau amis menyengat menguar dari kamarnya..

Agak lumayan mengganggu juga semua ini,  tapi aku berfikir mungkin mr. Antonio adalah penggemar barang2 antik,  dan bau amis ini mungkin berasal dari tikus mati saja,  positif thinking sajalah.. , siapa tahu nanti kita bisa saling berbagi info soal barang antik,  karna aku pun memiliki hobi mengoleksi barang antik,  meski belum begitu banyak

Aku suka senjata klasik, aku mengoleksinya dari perjalnan keling duniaku tahun lalu, dari panah Indian sampai keris pusaka yang kudapat di pulau tropis yang indah,

Ah, Bali memang mengagumkan

Pernah kulihat mr Antonio memakai ikat kepala putih dengan bunga cantik kuning ditelinganya, mungkinkah ia juga dari Bali? Aku harus mengajaknya minum lain kali,

Mungkin bercerta tentang Bali, atau barang antik yang dimilikinya,
Keesokan harinya,  aku berjumpa dengan mr. Antonio,  namun seperti biasa,  raut wajah yang tak bersahabat  membuat ku enggan untuk menyapanya,
Kalau begini terus,  bagaimana kita bisa jadi tetangga yang akrab,  tanyaku dalam hati sembari tak hentinya mata ini memandanginya hingga ia masuk ke kamarnya

Aku penasaran..

Tapi buat apa aku peduli??
Dasar orang tua!
Bau menyengat itu semakin tajam di hari ketujuh ku di apartment baruku..
Dasar!! Aku harus menemuinya besok

Ahh..  Tapi bau ini begitu busuk,  akan kutegur ia sekarang juga…
Tok tok tok..
Ku ketuk pintu kamarnya secara perlahan,  walaupun dia anen namun aku harus tetap belaku sopan padanya,  lebih2 dia lebih tua dariku,
Setelah ku tunggu agak lama,  akhirnya aku mendengar suara langkah kaki menuju pintu,  ah itu dia orang nya, dasar orang tua buka pintu saja lama,  pikirku..
Kemudian pintu terbuka,  walaupun hanya dibuka sedikit,  hanya cukup untuk memperlihatkan kepala dan tangan kanannya saja..
Masih terpampang raut wajah suram yang senantiasa aku lihat setiap perjumpaan kita..
Aku coba bicara dengannya..

Dia tak mengizinkanku masuk,

“Apa maumu ?” Tanyanya ketus. Aku geram.

Tapi ku coba untuk tetap terlihat sopan,  aku bertanya padanya “maaf pak,  saya sering mencium bau tidak sedap, sepertinya bau igu berasal dari sekitar kamar bapak,  sebenarnya apa yang terjadi? “

Bukan urusanmu bocah!! Urus saja urusanmu sendiri!! Katanya sambil membanting pintu

Dasar kakek tua aneh,  lihat saja besok,  tak kan ku biarkan dia mengelak lagi,  gerutuku
Tidak, tidak akan kulepaskan dia begitu saja. Besok akan kutunjukkan padanya
Kalau ia berani main main denganku

Esok hari aku melihat  mr.antonio keluar dari kediaman nya,  ini saatnya untuk beraksi,    pikirku
Kuambil keris pusaka , kuselipkan ke pinggang, tak lupa revolver kusembunyikan di kaus kaki..

Kuambil jepit rambut kuno milik ibu yang sering kugunakan untuk membuka buffet makanan..
Sepuluh menit kemudian aku sudah ada didalam apartment mr antonio..

Kubiarkan pandanganku menyapu seluruh penjuru kamar mr.antonio, ki lihat seluruh isinya,  tidak ada yang janggal..
Hanya nampak biasa,  selayaknya kamar orang tua agkatan tahun 50 an yang gemar mau ngoleksi barang2 antik yang unik,  hanya satu yang membuat perasaanKu terusik,  bau amis yang selalu menyamButku setiap aku pulang kerja,  sebenarnya bau apa ini,  aku rasa ini bukan sekedar bangkai tikus.. Aku harus menemukan sumber bau ini,  tapi apa??

Aku mengikuti bau amis yang menguar.. Semakin dekat.. Semakin dekat..

Dan tiba tiba gelap

Aku terbangun dan melihat  sekeliling..
Tidak ada seorangpun disana

Kugerakkan kakiku, revolverku sudah hilang, tubuhku terikat, keris pusaka menggores pinggangku, rupanya tak ada yabg mengambilnya..
Kudengar langkah kaki menuju kearah ku,  itu pasti si pak tua aneh,  pasti dia yang mengurungku disini,  dasar pak tua sialan,  berani beraninya dia macam2 padaku, suara itu semakin dekat,  gagang pintu berputar pertanda seseorang membuka pintu, tapi alangkah terkejutnya aku karena yang datang bukan lah orang tua aneh yang kukenal selama ini melainkan..

Wanita cantik, mungkin berumur 20 an, memakai kemben seperti wanita yang kutemui di pura di bali dulu, ia tersenyum..
Mau apa gadis secantik dia ada di tempat lusuh seperti ini,  apa mungkin dia cucu mr antonio?  Nuraniku terus bertanya
Kuberanikan diriku untuk bertanya meski terasa kelu lidah ini,, “siapa kau? ” tanyaku..
Dia tidak menjawab, ia hanya tersenyum, ia mendekatiku, mengambil keris yang ada di pinggangku, dan kemudian rasa hangat menyebar didadaku, darah segar menyembur dari sana, aku mencoba berteriak, lalu gelap menyetimutiku sekali lagi..

To be continued..

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s