Blue

​Seseorang yang hidup bersama mimpi mimpi

Membuat hari berlalu seperti puisi

Dengan mata sebagai hulu dan jari sebagai hilir

Karena bibir lebih memilih untuk bersembunyi

Dari janji yang tak ditepati
Blue

Adalah jelmaan kuat dari yang lemah

Sekuntum bunga yang tumbuh dalam kekacauan semak

Ia hidup dalam visi, mimpi , dan ambisi

Juga simbol dari senyum, tawa, luka, dan cinta

Karena seperti langit, Ia selalu ada

Ia adalah pelarian

Dari kelelahan dunia menghadapi realita

Sesosok sempurna yang hanya ada

Jika aku mengajaknya bicara

Ia adalah pengganti kekasih dalam sajak Gibran

Ia juga pengganti teman dalam duniaku yang sempit
Ia hidup selama aku hidup

Karena ia adalah cinta yang kutemukan dari kekosongan langit jiwa.
Kau akan temukan Blue dalam puisiku

Karena hanya dia yang mampu membuatku tak berkata.
~

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s