Night Owl

Kutulis cerita

Tentang seekor pungguk

Ya, klasik dan mudah dilupakan

Bukan cerita baru,

Hanya pungguk yang tak berani menatap bulan

Bait demi bait tertulis bersama bintang yang kian pudar

Namun cerita ini semakin tak berarti

Karena sang pungguk telah pergi

Mengubur cahaya dalam keterpurukan siang

Meringkuk dalam gua gelap yang tersimpan di sudut

Aku ingin mati, katanya pada hidup

Hanya malam yang tak pernah menghianati

Karena bintang

Selalu datang meski tak pernah berjanji

Bulan sabit menggantung di barat

Seperti tersenyum

Hingga sang pungguk ikut mengulum

Tiba saatnya meluapkan lara pada malam

Dan bercerita pada bintang bintang

Cerita yang sama sejak tiga tahun ke belakang


Hai bintang bintang

Aku berterimakasih pada langit malam ini

Karena ia berbaik hati 

Hingga mendung enggan menghampiri

Hai bintang

Aku tak tahu apakah kau masih hidup

Ataukah cahayamu yang tak redup?

Cahaya yang menyembuhkan



Bintang yang jauh,

Dengarlah ceritaku tentangnya

Tentang hari hari yang berubah menjadi puisi

Dan malam malam ketika kabut membayangi

Tentang ia yang membuatku berjuang

Untuk hidup

Dia, yang tanpa berkata

Mampu membuatku membenci takdir

Dan berani berharap

Tentu jika ini bisa disebut harap

Dia yang selalu kujaga dalam doa

Dan tasbih cinta yang kubaca


Bintang, kalian tidak bosan kan?

Apa kalian masih mendengarkan?



Ia mulai bercerita tentang bagaimana ia jatuh cinta

Sampai suatu hari, ajal menjemput cintanya


Pungguk merindukan bulan.

Klise. Klasik. Dan mudah dilupakan.




Not for me

September, 07 2016. 1:36 am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s