Mata Kata

Aku adalah untaian huruf tak berarti
Yang tercecer dari seorang buta
Aku melihatnya merangkak
Seorang diri menuju cahaya

Ia memungutku berjuang untuk sebuah baris
Tentang apa dalam kepalanya
Sepian bisu dan irisan hati yang membiru

Aku melihatnya menangis
Seakan lidahnya terikat
Tak kunjung dapat pena untuk sketsa
Untuk bom yang mendetik waktu

Digenggamnya aku dalam remasan marah
Aku yang tak juga senada
Dengan melodi perih
Nyanyian kelu
Yang ia senandungkan bersama hujan

Ia mencariku dari penyair dan pujangga
Yang melagukan hidupnya dalam puisi
Aku melihatnya marah
Akan diri sendiri begitu parah
Sebodoh ketidakmampuannya
Membuat definisi dalam aku
Akan hidupnya  kemarin, hari ini, juga esok

Sleman, Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s