Silence

Kuingin teriakkan kepada langit tak bertepi
Mengapa duniaku begitu sunyi
Akan kedamaian dan cinta antar manusia

Ingin kubisikkan pada angkasa
Puisi rayuan angin yang membawa petaka
Kata kata senapan yang menggelora
Menembus batas

Ingin kuteriakkan pada sabana
Betapa rumput menjadi bisu
Subur oleh darah dan amarah
Betapa burung meringkuk dari denting logam dan peluru

Jauh ditengah,
Genderang perang tak henti berkumandang
Sesunyi hutan ketika terbakar
Membakar kobar kebencian yang tersulut api luka

Mengapa?
Haruskah kupecah kesunyian dengan kesunyian lain?
Mungkinkah?

Kucurahkan hatiku pada hujan,
Berharap besar padanya
Untuk menghapus darah dan nestapa
Pada rumput dan penggaung sunyi

Dan untukmu penabuh genderang,
Kukirim petir untuk hilangkan kesinyanmu
Dan menggantinya dengan ramai damai.

Sleman, April, 5  2015
8:27 pm

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s