Minor VS Major Society

Hello again WordPress

Assalamualaikum

I just thinking about how it feels like to be a minority in the society we live in. In my whole life, I’ve never been become a minority, I was born in a Muslim and Javanese society. And I’ve never been get out from that circle till now, twenty years living in this world and always become a part of major society, I know, boring, right?

Becoming majority bring us benefits that major society always have, I mean we have same needs, same purposes, ( I’m not racist, Indonesia is the biggest cultural nation in the world , which have so much different faiths but always beautiful with its diversity) . But being a part of major society makes you less noticeable, something that makes me sad, and people always judge people based on their part of society, a.k.a generalization.

I always want to know how it feels, every time I see on the news, Muslims in western country being bullied because of their minority, I feel bad that I can’t help them and I also feel jealous that my faith have never been tested like them. I want to know how it’s like to be different from the society. Because here, in my own society, I just can’t fit properly. I am not good at social interaction at the first time, I am afraid that people seeing me by general stereotypes they knew. Maybe the stereotypes when become a minority is so much more extreme than majority, but that’s the challenge! Maybe by people looked at me differently, they can see the truly am 😀

Maybe I can change into the better person, that can see both side of majority and minority. Maybe I should get out of this island or even country to understands. But the problem is, I have no money or chance to go 😦

I hope that there’s a time in the future so I can experience how it’s like to be a minority. Amen.

Since I don’t have it, could you please share yours? So I can imagine it 😀

Thanks for reading, Wassalamualaikum..

Yogyakarta , June 2017

Hola!

Hello WordPress…

It’s been a while since the last time I wrote here, time running fast and boom! It’s already June. Halfway to 2018!! So far, what have you done? What do you achieve this first six month of 2017?

Thinking about achievement, it hurts me a little, it’s so sad that I haven’t got anything matters this year. Yeah, just a regular year, another year of my life.

This year is my 20th birthday. An important number, which shows that you’re an adult now. But I see no difference , it’s just the same. Broke and single, and no new friends, and my writings still bad.

Some people might never change, I guess I’m that kind of people. Still skinny, still clumsy, still ugly, still addicted to bad puns and Harry Potter. Yup, I’m twenty and still reads Harry Potter, over and over again. And still can’t get over from my first crush *damn* , with zero circumstances to talk with him. Well, my life might be miserable, but I never get bored of it.

Today is Ramadhan day 12, and I can’t fullfill this Ramadhan coz the first 3 day of Ramadhan I get my period *sighhhhh*

Something new in this 2017 is my job, but I’m not proud of it. Desk job is not fun. Well at least I got a job. Even with unbelievably low salary and full hours 😔. But it’s okay, no, no, its not okay.

Anddd I never practice my English so it get worse, usually I practices English with my social media friends, one from Peru, and the other one is from India. Yup , no friends from native speakers.
But that one from Peru, we barely in touch, cuz time differences. While in Indonesia is 7 am on Wednesday, in peru is 7 pm on Tuesday. See? No chances. The one from India has always been so busy with his study and barely online. So I just reads some English articles and memes, trying to adding new vocabs to my brain. And write this, I hope that there is Grammar Nazi that reads this and they can kindly tell me the problem, so I can fix this writings.

Well, the another bad news in 2017 is so much bombs exploded, Afghanistan, Jakarta, Manchester, Syiria, feels bad man.. While here in Indonesia specially java, we made “mercon” or “petasan” or “meriam bambu” that creates explosion for fun during ramadhan, they’re toys like fireworks but a little bit dangerous, it’s like a bomb but without studs or pins that hurts people, but still, the blast can cause disease, for ears and hand if you hold it while lit it .

Well that’s all in my mind tonight, see ya next time,

Wassalamualaikum

For Greater Good – The Back Story

Sudut pandang cerita dari tokoh kedua

Maker : me (Khusnun Majidah) and Rilla Wulan Dhari

Namanya mr. Antonio,  dia tinggal di apartemen yang sama denganku tepatnya di kamar sebelah kamarku, menurutku tingkahnya sedikit aneh,  namun aku pikir itu mungkin karena aku belum terbiasa saja melihat dia,  ah nanti juga kita pasti jadi tetangga yang akrab,  pikirku

Setiap aku pulang, selalu hanpir tengah malam, kudengar deritan kursi tua dan musik klasik yang mengalun, dan bau amis menyengat menguar dari kamarnya..

Agak lumayan mengganggu juga semua ini,  tapi aku berfikir mungkin mr. Antonio adalah penggemar barang2 antik,  dan bau amis ini mungkin berasal dari tikus mati saja,  positif thinking sajalah.. , siapa tahu nanti kita bisa saling berbagi info soal barang antik,  karna aku pun memiliki hobi mengoleksi barang antik,  meski belum begitu banyak

Aku suka senjata klasik, aku mengoleksinya dari perjalnan keling duniaku tahun lalu, dari panah Indian sampai keris pusaka yang kudapat di pulau tropis yang indah,

Ah, Bali memang mengagumkan

Pernah kulihat mr Antonio memakai ikat kepala putih dengan bunga cantik kuning ditelinganya, mungkinkah ia juga dari Bali? Aku harus mengajaknya minum lain kali,

Mungkin bercerta tentang Bali, atau barang antik yang dimilikinya,
Keesokan harinya,  aku berjumpa dengan mr. Antonio,  namun seperti biasa,  raut wajah yang tak bersahabat  membuat ku enggan untuk menyapanya,
Kalau begini terus,  bagaimana kita bisa jadi tetangga yang akrab,  tanyaku dalam hati sembari tak hentinya mata ini memandanginya hingga ia masuk ke kamarnya

Aku penasaran..

Tapi buat apa aku peduli??
Dasar orang tua!
Bau menyengat itu semakin tajam di hari ketujuh ku di apartment baruku..
Dasar!! Aku harus menemuinya besok

Ahh..  Tapi bau ini begitu busuk,  akan kutegur ia sekarang juga…
Tok tok tok..
Ku ketuk pintu kamarnya secara perlahan,  walaupun dia anen namun aku harus tetap belaku sopan padanya,  lebih2 dia lebih tua dariku,
Setelah ku tunggu agak lama,  akhirnya aku mendengar suara langkah kaki menuju pintu,  ah itu dia orang nya, dasar orang tua buka pintu saja lama,  pikirku..
Kemudian pintu terbuka,  walaupun hanya dibuka sedikit,  hanya cukup untuk memperlihatkan kepala dan tangan kanannya saja..
Masih terpampang raut wajah suram yang senantiasa aku lihat setiap perjumpaan kita..
Aku coba bicara dengannya..

Dia tak mengizinkanku masuk,

“Apa maumu ?” Tanyanya ketus. Aku geram.

Tapi ku coba untuk tetap terlihat sopan,  aku bertanya padanya “maaf pak,  saya sering mencium bau tidak sedap, sepertinya bau igu berasal dari sekitar kamar bapak,  sebenarnya apa yang terjadi? “

Bukan urusanmu bocah!! Urus saja urusanmu sendiri!! Katanya sambil membanting pintu

Dasar kakek tua aneh,  lihat saja besok,  tak kan ku biarkan dia mengelak lagi,  gerutuku
Tidak, tidak akan kulepaskan dia begitu saja. Besok akan kutunjukkan padanya
Kalau ia berani main main denganku

Esok hari aku melihat  mr.antonio keluar dari kediaman nya,  ini saatnya untuk beraksi,    pikirku
Kuambil keris pusaka , kuselipkan ke pinggang, tak lupa revolver kusembunyikan di kaus kaki..

Kuambil jepit rambut kuno milik ibu yang sering kugunakan untuk membuka buffet makanan..
Sepuluh menit kemudian aku sudah ada didalam apartment mr antonio..

Kubiarkan pandanganku menyapu seluruh penjuru kamar mr.antonio, ki lihat seluruh isinya,  tidak ada yang janggal..
Hanya nampak biasa,  selayaknya kamar orang tua agkatan tahun 50 an yang gemar mau ngoleksi barang2 antik yang unik,  hanya satu yang membuat perasaanKu terusik,  bau amis yang selalu menyamButku setiap aku pulang kerja,  sebenarnya bau apa ini,  aku rasa ini bukan sekedar bangkai tikus.. Aku harus menemukan sumber bau ini,  tapi apa??

Aku mengikuti bau amis yang menguar.. Semakin dekat.. Semakin dekat..

Dan tiba tiba gelap

Aku terbangun dan melihat  sekeliling..
Tidak ada seorangpun disana

Kugerakkan kakiku, revolverku sudah hilang, tubuhku terikat, keris pusaka menggores pinggangku, rupanya tak ada yabg mengambilnya..
Kudengar langkah kaki menuju kearah ku,  itu pasti si pak tua aneh,  pasti dia yang mengurungku disini,  dasar pak tua sialan,  berani beraninya dia macam2 padaku, suara itu semakin dekat,  gagang pintu berputar pertanda seseorang membuka pintu, tapi alangkah terkejutnya aku karena yang datang bukan lah orang tua aneh yang kukenal selama ini melainkan..

Wanita cantik, mungkin berumur 20 an, memakai kemben seperti wanita yang kutemui di pura di bali dulu, ia tersenyum..
Mau apa gadis secantik dia ada di tempat lusuh seperti ini,  apa mungkin dia cucu mr antonio?  Nuraniku terus bertanya
Kuberanikan diriku untuk bertanya meski terasa kelu lidah ini,, “siapa kau? ” tanyaku..
Dia tidak menjawab, ia hanya tersenyum, ia mendekatiku, mengambil keris yang ada di pinggangku, dan kemudian rasa hangat menyebar didadaku, darah segar menyembur dari sana, aku mencoba berteriak, lalu gelap menyetimutiku sekali lagi..

Mike?!!, bangun!!..
Kudengar  seseorang membangunkanku dari istirahat ku yang melelahkan..

Ah padahal tadi terasa nyata, aku setengah berharap itu nyata.. Aku lelah dengan hidupku yang nyata..

Mungkin nanti aku bisa mewujudkannya? Membuat mimpiku sendiri..

Dan mr Antonio masih saja tak mau membalas sapaanku
Sial,  sebenarnya kenapa sih dia,  apa ada yang salah denganku??
Aku rasa tidak ada,  dilingkunganku yang lain aku adalah orang yang mudah bergaul,  aku punya bnyk teman..
Apa lagi kekurangan ku,,

Benar , antonio itu orang gila, kenapa juga aku harus peduli??

Tapi siapa itu? Shit, wanita itu!!! Ada apa ini sebenarnya?

Apa hubungannya semua kejadian ini, sial aku berpikir keras sepanjang malam..

Aku membasuh tubuhku di shower, tiba tiba dadaku perih, sejak kapan aku punya luka jahit di dada??

Namun lagi2 aku terusik oleh kamar mr antonio,  kali ini suara yang timbul dari sana terasa begitu menggusarkan ku..
Aaahhh…
Apalagi  yang dilakujannya???
Ulah apa lagu yang ia perbuat????
Cukup sudah!!!!!
Akan kusudahi semua ini!!!!

Jangan, jangan malam ini,

Aku harus mempersiapkan segalanya..

Akan kususun rencanaku se rapih mungkin, sematang mungkin
Aku sudah cukup lelah untuk semua lelucon ini..
Ya, akan kumulai dengan membeli kamera pengintai,

Disaat mr antonio lengah, aku harus berhasil menyelinap ke kamarnya dan memasang kamera pengawas ini disudut yang tak nampak olehnya

Tamatlah kau,  orang tua biadab!!!
Aku akan segera tahu rahasiamu!!! Hahahaha!!

Kupasang kamera dngan menjebol plafon kamarku dan merangkak di atap apartemen antonio sialan itu

Sengaja kupilih kamera canggih yang bisa ku remote dengan smartphone ku, kapan saja dan dimana saja..

Aku berfikir,  kapan biasanya orang tua itu keluar apartemen dalam waktu lama??

Oh iya aku ingat,  biasanya di hari libur saat menjelang malam ia selalu pergi agak lama,  entah apa yang ia lakukan  diluar sana,    mungkin dia sibuk menggoda anak gadis tetangga,  haha..
Dasar pria tua tidak tahu diri

Seminggu berlalu, aku belum sempat mengecek kamera yang kupasang, aku masih sibuk dengan kantor yang tidak ada habisnya, tapi hari ini jumat, ada 2 hari libur kedepan untuk pemantauan..
Untung saja kamera itu sudah terhubung langsung ke komputer ku, jadi aku tidak perlu lagi masuk ke kamar si tua bangka itu

Kubuka file video yang terhubung, kuputar dari hari pertama kupasang kamera itu, tak ad hal aneh , sampai suatu malam..

Di rekaman itu..

Aku meliahat mr. Antonio bersama..
Wanita itu???
Wanita itu!!!!!!!!!

Aneh, wanita itu berbaring di dipan tinggi, Antonio memakai masker, belalai belalai medis terlilit di tubuh wanita itu

Tidakkk!!
Apa yang ia lakukan pada perempuai ituu???
Aku tidak sanggup melihat nya

Dia seperti mengoperasi *atau memutilasi ?? * wanita itu.. Ini tidak benar..

Bahkan aku melihat kepalanya..
Ya! Kepalanya!
Kini telah terpisah dari tubuhnya..

Tapi aneh, sesaat kemudian aku melihat antonio duduk di kursinya, melepas masker dan menghela nafas, kemudian ia bangkit dan mencium kening wanita itu..

Seketika itu entah mengapa amarahku muncul, entah kenapa aku merasa iba pada wanita itu. tanpa kusadari aku berbuat hal konyol,  tanpa terkontrol tanganku mencakar cakar tembok kamar yang membatasi aku dan dia,

Sial! Apa yang kulakukan!! Aku harus berhenti

Kulihat lagi layar komputerku

Sesosok wajah menatap nanar memenuhi layar komputerku,

Sial aku ketahuan!!

Ia memegang lehernya ia mengelupas topeng kulit yang dipakainya, ia bukan lagi antonio..

Namun lagi2 aku terusik oleh kamar mr antonio,  kali ini suara yang timbul dari sana terasa begitu menggusarkan ku..
Aaahhh…
Apalagi  yang dilakujannya???
Ulah apa lagu yang ia perbuat????
Cukup sudah!!!!!
Akan kusudahi semua ini!!!!

Jangan, jangan malam ini,

Aku harus mempersiapkan segalanya..

Akan kususun rencanaku se rapih mungkin, sematang mungkin
Aku sudah cukup lelah untuk semua lelucon ini..
Ya, akan kumulai dengan membeli kamera pengintai,

Disaat mr antonio lengah, aku harus berhasil menyelinap ke kamarnya dan memasang kamera pengawas ini disudut yang tak nampak olehnya

Tamatlah kau,  orang tua biadab!!!
Aku akan segera tahu rahasiamu!!! Hahahaha!!

Kupasang kamera dngan menjebol plafon kamarku dan merangkak di atap apartemen antonio sialan itu

Sengaja kupilih kamera canggih yang bisa ku remote dengan smartphone ku, kapan saja dan dimana saja..

Aku berfikir,  kapan biasanya orang tua itu keluar apartemen dalam waktu lama??

Oh iya aku ingat,  biasanya di hari libur saat menjelang malam ia selalu pergi agak lama,  entah apa yang ia lakukan  diluar sana,    mungkin dia sibuk menggoda anak gadis tetangga,  haha..
Dasar pria tua tidak tahu diri

Seminggu berlalu, aku belum sempat mengecek kamera yang kupasang, aku masih sibuk dengan kantor yang tidak ada habisnya, tapi hari ini jumat, ada 2 hari libur kedepan untuk pemantauan..
Untung saja kamera itu sudah terhubung langsung ke komputer ku, jadi aku tidak perlu lagi masuk ke kamar si tua bangka itu

Kubuka file video yang terhubung, kuputar dari hari pertama kupasang kamera itu, tak ad hal aneh , sampai suatu malam..

Di rekaman itu..

Aku meliahat mr. Antonio bersama..
Wanita itu???
Wanita itu!!!!!!!!!

Aneh, wanita itu berbaring di dipan tinggi, Antonio memakai masker, belalai belalai medis terlilit di tubuh wanita itu

Tidakkk!!
Apa yang ia lakukan pada perempuai ituu???
Aku tidak sanggup melihat nya

Dia seperti mengoperasi *atau memutilasi ?? * wanita itu.. Ini tidak benar..

Bahkan aku melihat kepalanya..
Ya! Kepalanya!
Kini telah terpisah dari tubuhnya..

Tapi aneh, sesaat kemudian aku melihat antonio duduk di kursinya, melepas masker dan menghela nafas, kemudian ia bangkit dan mencium kening wanita itu..

Seketika itu entah mengapa amarahku muncul, entah kenapa aku merasa iba pada wanita itu. tanpa kusadari aku berbuat hal konyol,  tanpa terkontrol tanganku mencakar cakar tembok kamar yang membatasi aku dan dia,

Sial! Apa yang kulakukan!! Aku harus berhenti

Kulihat lagi layar komputerku

Sesosok wajah menatap nanar memenuhi layar komputerku,

Sial aku ketahuan!!

Ia memegang lehernya ia mengelupas topeng kulit yang dipakainya, ia bukan lagi antonio..

Dan ternyata selama ini dia tau,  aku memata matainya
Ah sial sial sial..

Tunggu..
Suara langkah kaki menuju kamarku..

Aku gemetar.. Bertahun tahun aku tak berjumpa dengannya..

Terakhir kali aku melihatnya, ketika ia hilang di Paris waktu liburan keluarga, kami kira dia sudah meninggal..

Dan sekarang dia disini, melakukan hal tak terduga yang membuat siapa saja ketakutan..
Mungkinkah ia tau kalau aku adalah adiknya??

Bel pintu berbunyi..

Dia pasti sangat membenci ku sekarang,,

Aduh bagaimana ini,,  dia semakin mendekat…

Grekk grek grek

Gagang pintu terkunci digoyangkan dengan paksa, aku menahan nafas,,

“Buka pintunya, apa kau tidak merindukanku, adik kecil.. Setelah lama kita berpisah.. Apa kau tak merindukanku ?? “

Suaranya yang lembut mengagetkanku, aku terdiam, aku tak punya pilihan..

Aku sudah lelah mencarinya sampai ujung dunia, dan sekarang ia didepanku..

Kakak…

Dia menggedor pintu kamar ku dengan kasar,,  mulutku terasa kaku,  tidak bisa berkata apapun..
Tuhan..  Bagaimana ini???
Dia tetap memaksaku untuk keluar

Kubuka pintuku, ribuan tanya menyerbu kepalaku, tapi aku membisu aku terpana..

Betapa aku merindukan kakakku..

Matanya kini merah, tidak sebening kaca seperti dulu, wajahnya masih sama , hanya keriput kecil yang menghiasi, Ia masih kakak hebatku yang dulu..

Sejenak aku lupa apa yang tadi kusaksikan melalui layar, kupeluk ia, aku menangis..
Ia tidak membalas pelukanku, tubuhnya sekaku papan,

Ini aneh, karena ia membiarkanku memeluknya..
Tapi sayangnya ia tak berlaku baik padaku,  didorongnya tubuhku hingga membentur tembok,  kakak???
Hanya satu kata tanya yang seolah mewakili seluruh perasaanku yang campur aduk..
Kenapa kakak jadi seperti ini,  tanyaku dalam hati tanpa bisa melisankannya,
“Dimana ibu ? “

Dua patah kata itu menghancurkanku… Maafkan aku kak..

“Mati..” Ucapku lirih

“Maaf.. Maafkan aku kak..”

Tanpa belas kasihan dia memaki aku,  kamu tidak perlu repot2 memanggilku kakak lagi,  karena bahkan aku sudah tidak sudi lagi memiliki adik seperti kau!!  Dasar munafik,  sebenarnya selama ini kau bahagia kan melihat aku tersingkir dari keluarga kita??  Sehingga kau bisa mendapat seluruh kasih sayang ayah dan ibu??  Iya kan??  Jawab!!!!  Ayo jawab!!!!!
Aku terpaku.

Kulihat matanya, bening.

Aku bukan sedang melihat monster bermata merah yang tadi melemparkanku.

Aku tak mampu menjawab pertanyaannya, aku tak pernah memahami kakak, kukira dulu aku mengenalnya..

Melihatku terdiam, ia meludah, tersenyum sinis,

Ia menarik kerah bajuku, merobeknya, jahitan yang entah bagaimana kudapatkan tampak jelas melintang didadaku

“Bagus, kulitmu luar biasa dalam pemulihan, ini akan menjadikannya sempurna..”

Aku tak mengerti apa yang dikatakannya, satu hal yang kutau, matanya merah saat mengucapkan kata kata itu..

Kucoba memberi perlawanan namun tak berarti,  entah karena dia terlalu kuat, tenagaku sudah habis,  atau memang aku tidak sepenuh hati ingin melawannya,  karna dialah orang yang selama ini aku harapkan kehadirannya dalam kehidupanku
Setelah puas ia menyiksaku, ia berbalik menuju pintu, aku tak mampu bicara ketika ia menutup pintu dan menguncinya dari luar..

Aku berteriak..
Kak jangan lakukan ini kak!!!!
Kenapa kakak tega berbuat seperti ini kepadaku??
Sejak kapan kakak jadi seperti ini kak??
Apa kakak tidak ingat???
Kita dulu selalu bermain bersama kak..
Kita melalui banyak waktu bersama..
Apa kakak tidak ingat??
Air mataku deras mengalir,  sambil ku coba menggedor pintu dari dalam,  tapi tidak ada sepatah kata pun jawaban darinya,
Aku mencoba mendobrak pintu itu,  namun tak ada hasil, entah karena aku yang sudah terlanjur lemah,  atau karna pintunya terlalu kuat untu ku dobrak
Aku pingsan..

Waktu aku pingsan, aku tidak sadar, ah bodoh sekali,

Maksudku, waktu aku pingsan aku tahu aku sedang pingsan , ah bodoh lagi

Hal pertama yang kuingat adalah kepala wanita yang sudah terpisah dari tubuhnya,

Wanita yang menusukku menggunakan keris koleksiku sendiri..
Kemudian kakak.. Mr . Antonio.. Bagaimana mungkin Mr Antonio adalah kakak??
Ya tuhan….
Seketika aku merasa,  mungkin saat ini menjadi gila itu lebih baik dari pada aku harus berfikir tentang semua ini..

Aku membuka mataku, jari jariku terasa perih, pipiku tertempel di tembok, ada bekas cakaran disana,

Apa yang telah terjadi??
Apa yang kulakukan??

Kemudian aku tersadar,  entah berapa lama aku tidak sadarkan diri rasa haus dan lapar menyelimuti ku,  ruangan dalam keadaan gelap, aku coba bangkit walaupun ini teramat sulit, aku berpegang pada tembok dan berjalan tertatih,  sembari tanganku meraba mencari sakelar lampu,  tapi belum kutemukan sakelar lampu yang kucari,  tiba-tiba tercium bau aneh yang belum pernah ku temui sebelumnya.
Ah!  Bau apa ini!  Begitu busuk dan asing,  bau itu membuat kepalaku pusing,  perutku menjadi mual, dan kini dadaku sesak..
Aku tidak bisa bernafas,  setiap aku mencoba menarik nafas rasanya semakin kuat bau itu mencekik aku..
Aku mencoba menutup hidungku, namun perbuatan itu sia-sia,  karena ruangan ini begitu gelap dan tidak ada satupin lubang ventilasi udara, pasti jendela juga tertutup,  namun aku tidak bisa berupaya apapun,  ruangan ini terlalu gelap untuk aku beranjak..
Ahh!!  Bau ini semakin mencekik ku, sekarang aku sama sekali tidak bisa bernafas,  kepalaku serasa mau pecah,  perutku mual sejadi jadinya. Tuhan..  Apa hidupku akan berakhir sekarang..
Aku sudah mulai menyerah,  aku sudah tidak bisa menghirup apapun,  aku tidak tahan lagi..
Aku tidak kuat lagi………… …….

Kemudian semuanya menjadi ringan, kulihat tubuhku tergolek membiru ditepi tembok dengan jari terluka dan kuku yang mengelupas,

Aku tetap disana, menunggu tubuhku ditemukan. Selama itu, aku melihat kakak yang bersikap seolah tidak terjadi apa apa.

For Greater good – Back Story ~ end.

For Greater Good – Back story part 1

Namanya mr. Antonio,  dia tinggal di apartemen yang sama denganku tepatnya di kamar sebelah kamarku, menurutku tingkahnya sedikit aneh,  namun aku pikir itu mungkin karena aku belum terbiasa saja melihat dia,  ah nanti juga kita pasti jadi tetangga yang akrab,  pikirku

Setiap aku pulang, selalu hanpir tengah malam, kudengar deritan kursi tua dan musik klasik yang mengalun, dan bau amis menyengat menguar dari kamarnya..

Agak lumayan mengganggu juga semua ini,  tapi aku berfikir mungkin mr. Antonio adalah penggemar barang2 antik,  dan bau amis ini mungkin berasal dari tikus mati saja,  positif thinking sajalah.. , siapa tahu nanti kita bisa saling berbagi info soal barang antik,  karna aku pun memiliki hobi mengoleksi barang antik,  meski belum begitu banyak

Aku suka senjata klasik, aku mengoleksinya dari perjalnan keling duniaku tahun lalu, dari panah Indian sampai keris pusaka yang kudapat di pulau tropis yang indah,

Ah, Bali memang mengagumkan

Pernah kulihat mr Antonio memakai ikat kepala putih dengan bunga cantik kuning ditelinganya, mungkinkah ia juga dari Bali? Aku harus mengajaknya minum lain kali,

Mungkin bercerta tentang Bali, atau barang antik yang dimilikinya,
Keesokan harinya,  aku berjumpa dengan mr. Antonio,  namun seperti biasa,  raut wajah yang tak bersahabat  membuat ku enggan untuk menyapanya,
Kalau begini terus,  bagaimana kita bisa jadi tetangga yang akrab,  tanyaku dalam hati sembari tak hentinya mata ini memandanginya hingga ia masuk ke kamarnya

Aku penasaran..

Tapi buat apa aku peduli??
Dasar orang tua!
Bau menyengat itu semakin tajam di hari ketujuh ku di apartment baruku..
Dasar!! Aku harus menemuinya besok

Ahh..  Tapi bau ini begitu busuk,  akan kutegur ia sekarang juga…
Tok tok tok..
Ku ketuk pintu kamarnya secara perlahan,  walaupun dia anen namun aku harus tetap belaku sopan padanya,  lebih2 dia lebih tua dariku,
Setelah ku tunggu agak lama,  akhirnya aku mendengar suara langkah kaki menuju pintu,  ah itu dia orang nya, dasar orang tua buka pintu saja lama,  pikirku..
Kemudian pintu terbuka,  walaupun hanya dibuka sedikit,  hanya cukup untuk memperlihatkan kepala dan tangan kanannya saja..
Masih terpampang raut wajah suram yang senantiasa aku lihat setiap perjumpaan kita..
Aku coba bicara dengannya..

Dia tak mengizinkanku masuk,

“Apa maumu ?” Tanyanya ketus. Aku geram.

Tapi ku coba untuk tetap terlihat sopan,  aku bertanya padanya “maaf pak,  saya sering mencium bau tidak sedap, sepertinya bau igu berasal dari sekitar kamar bapak,  sebenarnya apa yang terjadi? “

Bukan urusanmu bocah!! Urus saja urusanmu sendiri!! Katanya sambil membanting pintu

Dasar kakek tua aneh,  lihat saja besok,  tak kan ku biarkan dia mengelak lagi,  gerutuku
Tidak, tidak akan kulepaskan dia begitu saja. Besok akan kutunjukkan padanya
Kalau ia berani main main denganku

Esok hari aku melihat  mr.antonio keluar dari kediaman nya,  ini saatnya untuk beraksi,    pikirku
Kuambil keris pusaka , kuselipkan ke pinggang, tak lupa revolver kusembunyikan di kaus kaki..

Kuambil jepit rambut kuno milik ibu yang sering kugunakan untuk membuka buffet makanan..
Sepuluh menit kemudian aku sudah ada didalam apartment mr antonio..

Kubiarkan pandanganku menyapu seluruh penjuru kamar mr.antonio, ki lihat seluruh isinya,  tidak ada yang janggal..
Hanya nampak biasa,  selayaknya kamar orang tua agkatan tahun 50 an yang gemar mau ngoleksi barang2 antik yang unik,  hanya satu yang membuat perasaanKu terusik,  bau amis yang selalu menyamButku setiap aku pulang kerja,  sebenarnya bau apa ini,  aku rasa ini bukan sekedar bangkai tikus.. Aku harus menemukan sumber bau ini,  tapi apa??

Aku mengikuti bau amis yang menguar.. Semakin dekat.. Semakin dekat..

Dan tiba tiba gelap

Aku terbangun dan melihat  sekeliling..
Tidak ada seorangpun disana

Kugerakkan kakiku, revolverku sudah hilang, tubuhku terikat, keris pusaka menggores pinggangku, rupanya tak ada yabg mengambilnya..
Kudengar langkah kaki menuju kearah ku,  itu pasti si pak tua aneh,  pasti dia yang mengurungku disini,  dasar pak tua sialan,  berani beraninya dia macam2 padaku, suara itu semakin dekat,  gagang pintu berputar pertanda seseorang membuka pintu, tapi alangkah terkejutnya aku karena yang datang bukan lah orang tua aneh yang kukenal selama ini melainkan..

Wanita cantik, mungkin berumur 20 an, memakai kemben seperti wanita yang kutemui di pura di bali dulu, ia tersenyum..
Mau apa gadis secantik dia ada di tempat lusuh seperti ini,  apa mungkin dia cucu mr antonio?  Nuraniku terus bertanya
Kuberanikan diriku untuk bertanya meski terasa kelu lidah ini,, “siapa kau? ” tanyaku..
Dia tidak menjawab, ia hanya tersenyum, ia mendekatiku, mengambil keris yang ada di pinggangku, dan kemudian rasa hangat menyebar didadaku, darah segar menyembur dari sana, aku mencoba berteriak, lalu gelap menyetimutiku sekali lagi..

To be continued..

For Greater Good

Kali ini saya akan posting cerita creepypasta atau cerita horor yang iseng say buat dengan sahabat saya, judulnya ” For Greater Good ” alias Untuk Kebaikan yang Lebih Besar

Here we go

For Greater Good

Maker : me & Rilla

Aku terbangun , haus, kuambil gelas dimeja samping tempat tidurku, aku ingat hp ku yang lowbat, segera ku colokkan ke steker disamping meja, tiba tiba terdengar suara gesekan “sssssssskkkkk krrrrrreeeeekkkk” berulangulang, aku merinding, kusetel musik keras keras, suara itu tidak hilang,

Diam!!! Aku ingin tidur!!!

Kemudian suara itu berhenti, kemudian kuingat aku belum membuka pintu itu sejak terakhir kali aku menemukannya mengintipku di kamar.

Aku tersenyum. Rasakan.

Hari berlalu dan aku bekerja seperti biasa, betapa kaget aku melihat kerumunan polisi di apartemen tetanggaku.

Bagaimana bisa? Kuncinya ada padaku .

Mungkinkah??

Dan sehari kemudian sebuah mayat ditemukan dengan jari terluka dan bekas garukan tembokMayat tetanggaku.

Berita tersebut dengan cepat menyebar ke penjuru kota, secepat kilat mobil patroli polisi datang dengan sirine menyala,

Ah! Kemana aku harus lari??Apa aku sebaiknya mengaku sebagai kerabatnya, dan bersikap seolah aku merasa terpukul?

Ah tapi, dia kan memang adikku.. Akan terlalu mencurigakan, kita kan saling benci

Aku harus menelfon jane, aku tau dia bisa membantuku..

Ah sial!! Aku lupa jane ada disini, bagaimana mungkin kepalanya bisa membantuku??

Mungkin jalan satu satunya adalah kabur dari tempat ini, tapi..Ahhh…. Sial…………Aku tidak punya pintu belaKang, sedanG kan didepan begitu banyak orang berkerumun..

Kupanjat diam diam cwrobong asap, kuambil granat, ya , kuambil resiko itu,
Sampai di atap, kutarik picunya, kuambil resiko ketahuan,Kemudian aku lari, dan mereka mulai mengejar…

Tapi..Ternyata pErkiraanku meleset, mereka sAma sekali Tidak mengejarku,

bahkan aku kini dengan perjalanan yang begitu mulusnya hingga aku menemukan tempat yang aman

Tapi ada sesuatu yang membuat aku berfikir,Ini begitu janggaL……

Aku lupa aku menyimpan dinamit di ruang bawah tanah hahah bagaimana mungkin aku begitu bodoh?

Tentu saja mereka tidak mengejarku,Hahahaahaha

Aku tertawa keras sekali

Haha, tidak ada yang tersisa untuk mengejarku..

Dinamit itu berisi gas beracun, kalian tidak dapat mendengar suaranya, perlahan tapi pasti, mereka semua akan mati,

Kupakai maskerku, cepat atau lambat, penemuanku yang luar biasa akan diakui dunia…

Penemuan yang meminta jane dariku..

Tidak, aku tidak boleh menyesal..
Jane tidak boleh mati sia sia

Jane, kau harus melihat ini!!

Aku yakin kau akan bahagia dengan semua ini.. ,

inpian kita sebentar lagi akan terwujud jane!!!

Kita akan jadi penyelamat , jane, kita teruskan pendahulu kita, Sang Martir telah mati untuk menyelamatkan dunia..

Bertrand Zobrist, Sienna Brooks,….

Aku telah berhasil menyelamatkan masa depan bumi ini.

Kuberi kesempatan dunia untuk memulai kehidupan dari awal,…

Biar

Biar mimpi membuat luka semakin dalam
Biarkan mimpi menjadi penyembuh
Dari kenyataan yang membunuh
Biarkan waktu membawa ketiadaan
Biarkan waktu melempar kenyataan
Realita sekejam zaman

Biarkan berat tubuhku melayang
Bersatu bersama angin
Terbang berkawan debu
Biar badai mengikisku habis
Meninggalkanku dalam kepingan

Biarkan aku tergenang dalam pelupuk
Biar hujan bercampur bersama hangat sungai di pipi

Teriakan hati bergaung bersama petir
Biarkan aku bernyanyi sumbang
Agar luka terjahit kembali

Biar mimpi menyembuhkanku
Dari kenyataan yang membeku

Jogja, Mei 2017

Revenge (3)

Hai !

Drama di tempat kerja memang tidak terelakkan, kadang lucu, ngeselin sampai pengen misuh, sakit hati sampai nangis nangis, ada juga skandal yang jadi rahasia umum.
Hidup emang harus ada drama, mana asyik kalo hidupnya lurus lurus aja, setidaknya ada sesuatu untuk dikenang (jika sempat) di masa depan, entah jenis apa dramanya.

Suatu cerita akan lengkap kalau latar belakang atau backstory setiap tokoh jelas dan saling berhubungan dengan cerita utama dan tokoh utama. Tapi dalam hidup, tokoh utama adalah kita sendiri bukan? Dan orang lain hanya pendukung dan pembuat cerita hidup jadi lebih berwarna. Tokoh utama hanya ada satu, tapi jika setiap backstory tokoh dijelaskan, tentu ada bagian khusus dimana salah seorang menjadi tokoh utama dan pendukung di backstory milik orang lain. That’s how our life going, sometimes we are the main character, either just a figure that captured accidentally in a frame.

Tapi berada disetiap cerita tidak membuat kita menjadi tokoh utama, dan itu bukan hal yang tidak penting,tentu ada alasan di setiap hal yang terjadi, dan ada hubungan timbal balik atau feedback antar setiap tokoh, seperti yang terjadi pagi ini, misalnya

Pagi jam 8 kurang 5 saya berangkat kerja, sekitar setengah menit kemudian sampai di pengkolan ujung gang, sejak hari pertama masuk, saya sudah “ndherek langkung” atau sekedar senyum kepada orang yang ada di pinggir jalan gang, udah kebiasaan dari kecil hidup di desa yang notabene saling kenal bahkan berkerabat, kebiasaan ini terbawa sampai di kota yang penduduknya individualistis atau hanya sok individualistis. Kenapa saya bilang sok, karena dari sekian orang yang saya sapa, yang tidak menjawab hanya beberapa, yang orang Jogja pasti ngerti lah artinya “ndherek langkung” minimal yang orang Jawa deh, jadi ya saya positif thinking saja, yang gak jawab mungkin mereka pendatang atau tidak biasa ramah dengan strangers.
Dan ada rumah di ujung pengkolan ini yang tiap pagi saya ndherek langkung tidak pernah jawab, sekedar “nggih” , “yo” , bahkan sekedar senyum pun tidak, *shakemyhead*  Padahal saya tahu pasti dia orang Jawa, lha wong dia neriakin anaknya pake bahasa Jawa kok, sudah jalan 3 minggu saya kerja dan lewat terus depan rumah itu, lama lama capek juga, rasanya lebih parah daripada dijudesin sekalian. Bahkan anak anak kecil disekitar rumahnya, mungkin salahsatunya anaknya, hafal dengan saya dan ketika saya lewat, mereka pasti bilang “ndherek lantung” , sebelum saya bilang itu untuk menyapa ibunya, kadang ada banyak orang disana, dan mereka semua jawab sapaan saya.

Kembali ke cerita tadi pagi, saya udah bilang ndherek langkung seperti biasa dan tanpa jawaban seperti biasa, ibu ini sedang memandikan anaknya, dan anaknya otomatis bilang ndherek lantung , yang cuma saya senyumin setengah kesal, dan saya bilang, “monggo mbak” sambil senyum semanis mungkin, dan apa yang saya dapat? Mbak.nya malah merengut, Gusti, salahku opo.. Rasane pengen tak warai ngetung nganggo driji telu, telunjuk, jari tengah , dan jari manis, pertama , tekuk jari manis, *sisa 2* , lalu tekuk telunjuk, dan sisa satu itu buat njenengan mbak 😦

Yeah well, saya emang ndeso banget, saya mengingatkan diri untuk tidak men-judge ibu satu itu, mungkin hari ini dia sariawan, mungkin dialagi pms, dan kemungkinan lainnya . tapi tahukah kawan? Sulit rasanya posthink setelah seperti itu , *sighhhhhh*

Lanjut..
Maaf tulisan ini kacau balau yah

Singkat cerita sampailah ditempat kerja, dan hari ini bos tidak masuk dan digantiin dengan anaknya cik Jess, ya, bos saya orang Chinese 🙂
Kerjaan baik2 saja sampai jam 10 pagi terjadi pemadaman listrik 😦 internet mati semua, dan LAN pun jadi error, apalagi kerjaan banyak bangettt..

Terpaksa saya ngungsi di bawah, di depan, karena genset cuma mencakup listrik di bawah,
Setelah beberapa saat mengerjakan, Mbokde memberi saya nota, untuk diisi harga sesuai history penjualan konsumen. Dan setelah selesai, ternyata ada harga yang tidak sesuai, padahal saya hanya manut history, saya tunjukkan apa yang ada di komputer, dia bilang

“Ya udah ya, kalo nanti salah, kamu …”

Saya diam saja, karena sebagai anak baru saya belum paham barang, dan gobloknya saya, saya iyain aja..

Dan benar saja, konsumen marah, dan cik Jess juga menyalahkan saya, 😔 saya bisa apa? Tapi saya yakin saya benar sesuai history penjualan . Dan setelah listrik menyala, saya kembali ke atas, karena penasaran, saya cek kembali nota terakhir penjualan barang itu, dan benar saja, ternyata yang memberi harga adalah cik Jess sendiri.  Sedikit lega, tapi kzl luar biasa. Dan akhirnya, udahlah, ikhlasin aja~

Itung2 pelajaran bagi anak baru, meskipun, kesalahan orang lain. 🙂
Dan ternyata saya paham, Mbokde hanya ingin mempermalukan saya, gak peduli itu kesalahan saya atau bukan, mungkin semacam pembalasan dendam tempo hari karena saya bilang ke boss kalau nota dia salah..

Hari berlalu, dan meskipun tiap bicara sama saya dia sengak, lama lama baik juga 🙂

Suwun sudah membaca 😅

*masih belum bisa posting tiap hari*